Posted by: aman | June 15, 2008

Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan 2008

Kontributor: Sabjan Badio

Tema Sayembara:

Melalui Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan kita tingkatkan budaya baca
dan tulis dalam rangka mewujudkan insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif,
yang berkeadilan, bermutu, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal dan
global.

Tema Penulisan:

ü Kehidupan bermasyarakat dengan penekanan pada:

ü peningkatan iman, takwa, dan akhlak mulia, serta kualitas jasmani;

ü peningkatan etika, estetika, ilmu pengetahuan, dan teknologi;

ü peningkatan daya saing bangsa dengan terciptanya manusia yang mandiri,
bermutu, terampil, ahli dan profesional, mampu belajar sepanjang hayat, serta
memiliki kecakapan hidup.

Catatan:
Penulis dapat memilih salah satu atau gabungan (lebih dari satu) tema penulisan
yang ditentukan.

Peserta Sayembara:
Pendidik dan tenaga kependidikan baik yang masih aktif maupun yang sudah
pensiun. Peserta sayembara yang pernah menjadi pemenang tiga kali atau lebih
tidak diperkenankan lagi menjadi peserta sayembara.

Naskah yang Disayembarakan:
Naskah buku yang disayembarakan adalah buku pengayaan, yaitu buku yang memuat
materi yang dapat memperkaya pengetahuan, mengembangkan keterampilan, dan
membentuk kepribadian/watak yang positif peserta didik untuk jenjang pendidikan
SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA. Adapun naskah buku pengayaan yang disayembarakan dibedakan atas dua kelompok, yaitu (1) fiksi dan (2) nonfiksi.

1. Naskah fiksi adalah naskah yang diciptakan terutama berdasarkan kreativitas
dan imajinasi. Kelompok naskah fiksi yang disayembarakan meliputi tiga jenis:

a. prosa, berupa (1) novel atau (2) kumpulan cerpen;

b. puisi (kumpulan puisi);

c. drama (sebuah atau lebih drama).

2. Naskah nonfiksi adalah naskah yang berisi hasil observasi (secara langsung
atau melalui studi kepustakaan) mengenai suatu proses atau suatu objek yang
bersifat faktual. Kelompok naskah nonfiksi yang disayembarakan meliputi tiga
jenis:

  1. pengayaan pengetahuan alam,
  2. pengayaan pengetahuan sosial,
  3. pengayaan keterampilan.

Naskah nonfiksi dapat disajikan dalam bentuk eksposisi (pemaparan ilmiah
populer) atau narasi (untuk penulisan biografi dan sejarah). Dalam naskah
nonfiksi, tokoh/objek, kegiatan, waktu, dan tempat yang dipaparkan/dikisahkan
sepenuhnya bersifat faktual.

Persyaratan Naskah:

1. Isi naskah dapat dipertanggungjawabkan oleh penulis.

2. Naskah diberi identitas secara jelas yang meliputi (a) judul naskah, (b)
kelompok naskah (fiksi atau nonfiksi), (c) jenis naskah (misalnya puisi atau
pengayaan pengetahuan alam), (d) jenjang pendidikan (SD/MI, SMP/MTs, atau
SMA/MA), dan (e) tema penulisan yang dipilih.

3. Karya asli, tidak berseri, belum pernah menjadi pemenang dalam sayembara
manapun, tidak sedang diikutsertakan pada sayembara lain, dan belum pernah
diterbitkan.

4. Isinya tidak bertentangan dengan Pancasila, UUD1945, ketentuan dan peraturan
perundangan yang berlaku, serta tidak menimbulkan masalah SARA.

5. Memberikan manfaat untuk memperkaya pengetahuan siswa, mengembangkan
keterampilan, membentuk watak yang positif bagi perkembangan siswa, memberikan hiburan sehat, dan membangkitkan minat serta budaya baca.

6. Apabila dalam naskah prosa, puisi, dan drama terdapat ilustrasi atau gambar,
ilustrasi/gambar dibuat pada halaman tersendiri/terpisah dengan memberikan
identitas gambar secara jelas.

7. Naskah berbentuk biografi harus memenuhi syarat: (1) tokoh yang ditulis warga
negara Indonesia yang berprestasi di tingkat provinsi, nasional, atau
internasional (misalnya pemenang olimpiade, pemenang kalpataru, guru teladan);
(2) didukung dengan metode pengumpulan data yang tepat; (3) data yang ditulis
harus akurat dan dapat dibuktikan keabsahan dan kebenarannya; (4) melampirkan
izin dari tokoh yang diceritakan atau dari ahli warisnya.

8. Naskah diketik di atas kertas kuarto sekurangkurangnya 60 halaman dengan
jarak ketikan 2 spasi. Apabila ditulis tangan, naskah ditulis dengan rapi
sekurang-kurangnya 80 halaman folio. Ketentuan tentang jumlah halaman tersebut
di atas tidak termasuk halaman bagian awal buku (misalnya kata pengantar,
pendahuluan, daftar isi) dan halaman bagian akhir buku (misalnya glosarium,
daftar pustaka).

9. Jumlah baris naskah (ketik/tulis tangan) minimum 28 baris ketik per halaman
kuarto atau 32 baris tulis tangan per halaman folio.

10. Menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan sasaran dan tingkat berpikir
pembaca (SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA).

11. Semua kutipan termasuk foto dan ilustrasi harus menyebutkan sumber sesuai
dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Hak Cipta (UU No.19 Tahun
2002).

12. Melampirkan: (1) identitas diri (KTP/SIM); (2) surat keterangan sebagai
pendidik atau tenaga kependidikan dari atasan langsung, atau fotokopi bukti
pensiun.

13. Menuliskan nama lengkap, NIP (jika ada), pekerjaan (misalnya guru), alamat
rumah dan kantor, telepon/HP secara jelas pada kertas tersendiri.
14. Setiap penulis menyertakan surat pernyataan di atas meterai Rp6.000,00 (enam ribu rupiah) bahwa naskah yang ditulis adalah hasil karya sendiri.

14. Pengiriman Naskah:

a. Naskah disampaikan langsung atau melalui pos tercatat kepada Panitia
Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan 2008 Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, Jalan Gunung Sahari Raya No. 4, Jakarta Pusat 10002, paling lambat tanggal 14 Agustus 2008 (stempel pos).

b. Setiap calon peserta hanya diperbolehkan mengirimkan satu naskah.

c. Naskah yang dikirim kepada panitia sayembara harus dalam bentuk ketikan/tulisan asli (bukan fotokopi atau tindasan).

Pengumuman Pemenang:

1. Para calon pemenang sayembara akan diundang ke Jakarta untuk menghadiri
pengumuman pemenang.

2. Jika penulis naskah lebih dari satu orang, calon pemenang sayembara yang
diundang ke Jakarta hanya 1 (satu) orang.

3. Pengumuman dan pemberian hadiah kepada pemenang akan dilaksanakan pada
tanggal 25 November 2008.

4. Hasil keputusan Dewan Juri Sayembara tidak dapat diganggu gugat.

5. Naskah yang tidak menang akan dikembalikan kepada peserta sayembara jika
disertai perangko pengembalian yang cukup.

6. Informasi hasil sayembara akan disampaikan kepada seluruh peserta sayembara.

Hadiah:
• Pemenang I senilai Rp 17.000.000,00
• Pemenang II senilai Rp 16.000.000,00
• Pemenang III senilai Rp 15.000.000,00
• Hadiah tersebut di atas belum dipotong PPh 15%.

Rincian pemenang sayembara:
Kelompok Fiksi (27 pemenang)

a. Prosa: ada 9 pemenang, terdiri atas pemenang I, II, dan III untuk setiap
jenjang pendidikan (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA).

b. Puisi: ada 9 pemenang, terdiri atas pemenang I, II, dan III untuk setiap
jenjang pendidikan (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA).

c. Drama: ada 9 pemenang, terdiri atas pemenang I, II, dan III untuk setiap
jenjang pendidikan (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA).

Kelompok Nonfiksi (27 pemenang)

a. Pengayaan pengetahuan alam: ada 9 pemenang, terdiri atas pemenang I, II, dan
III untuk setiap jenjang pendidikan (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA).

b. Pengayaan pengetahuan sosial: ada 9 pemenang, terdiri atas pemenang I, II,
dan III untuk setiap jenjang pendidikan (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA).

c. Pengayaan keterampilan: ada 9 pemenang, terdiri atas pemenang I, II, dan III
untuk setiap jenjang pendidikan (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA). Jumlah keseluruhan pemenang sayembara untuk semua jenis dan jenjang pendidikan sebanyak 54 orang.

Naskah yang memenuhi persyaratan kelayakan sebagai naskah pengayaan, tetapi
tidak menjadi pemenang sayembara, akan diberikan sertifikat kelayakan oleh Pusat
Perbukuan.

Hak Cipta:
Hak Cipta (Hak Ekonomi) naskah pemenang sayembara ada pada Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Nasional. Hak Moral melekat pada Penulis.

Informasi:
Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, Tel. (021) 3804248 Pesawat 275,
Fax. (021) 3806229, serta melalui Situs Internet Pusat Perbukuan dengan alamat
www.sibi.or.id

Kontributor: Sabjan Badio

ISBN adalah singkatan International Standard Book Number. Sesuai namanya, ISBN berlaku internasional, dengan kata lain, (seharusnya) tidak akan ada nomor yang sama di seluruh dunia. Berbeda dengan judul, sangat mungkin ada (bahkan banyak) judul yang sama (apalagi judul buku pelajaran). Mungkin, peran strategis ISBN bisa disamakan dengan sidik jari dan DNA pada manusia.

Pada era digital, peran ISBN menjadi semakin penting. Bayangkan, saat anda memesan buku secara online, akan banyak kemungkinan salah order disebabkan kesamaan judul buku. Semua kesalahan tentu akan terbeban pada anda karena andalah yang memasukkan aplikasi. Jika buku tersebut ber-ISBN dan anda mengetahui ISBN-nya, tentu menjadi gampang. Misalnya, kita ingin mencari buku Menguasai Adobe InDesign CS2 yang diterbitkan Penerbit Andi, kita tinggal memesan buku Menguasai Adobe InDesign CS2 dengan ISBN 979-763-392-6.

Keuntungan lain adanya ISBN adalah sebagai sarana promosi buku. Informasi ISBN ini disebarluaskan oleh Badan Nasional yang berada di Jakarta dan Badan Internasional yang berlokasi di Berlin. Badan Nasional ISBN menyebarkan informasi ISBN melalui berbagai terbitan, Bibliografi Nasional Indonesia (BNI), direktori, dan Majalah Berita ISBN.

ISBN terdiri atas 10 digit, 1-3 digit pertama group identity, 2-7 digit kedua publsiher identity, 1-6 digit adalah title identity (nomor urut buku), dan satu digit terakhir adalah check digit (nomor pemeriksa). Check digit selalu satu angka, jika angkanya lebih dari satu, ditulis dengan huruf romawi, misalnya X untuk 10. Penulisan nomor ISBN juga khas, kekhasannya dapat dilihat pada contoh berikut.

ISBN 979-763-392-6

Group identity
Tiga digit pertama merupakan asal geografis atau tempat sebuah buku diterbitkan. Buku yang diterbitkan di Indonesia pasti ISBN-nya didahului dengan angka 979. Sementara, buku yang diterbitkan di Inggris, AS, Kanada, dan Afsel identitas kelompoknya adalah 0.

Publisher identity
Semakin banyak digit pada bagian ini, menunjukkan semakin sedikit buku yang diterbitkan dalam setahun. Sebaliknya, semakin sedikit angka yang tertera pada bagian ini, menunjukkan semakin banyak buku yang diterbitkan dalam setahun.

Title identity
Kebalikan dari publisher identity, semakin banyak angka pada bagian ini menunjukkan semakin banyak buku yang diterbitkan. Jika angkanya terdiri atas 2 digit (berarti publsiher identity-nya 4 digit), berarti dalam setahun penerbit yang bersangkutan hanya menerbitkan 01 s.d. 99 buku, jika empat digit berarti dalam setahun penerbit yang bersangkutan menerbitkan 001 s.d. 999 buku. Bagaimana jika lebih? Jika ini terjadi, identitas penerbitnya akan diganti dengan ciri lain, untuk menambah digit pada nomor urut buku.

Check identity (check digit)
Seperti telah disebutkan, digit terakhir hanya boleh satu. Untuk mendapatkan digit terakhir, kita bisa menghitung sendiri. Namun, saya belum mendapatkan rumus yang pasti mengenai angka terakhir inikarena rumus yang didapatkan dari penerbit ITB (dalam buku Pengantar Penerbitan) dengan rumus yang dikemukakan G. Aris Buntarman (dalam Kompas edisi 21 Januari 2006) berbeda.

Mendapatkan ISBN
Untuk mendapatkan nomor ISBN, kita tinggal menghubungi Perpustakaan Nasional di Jakarta (Pusat ISBN di Jerman mempercayakan pembuatan ISBN di Indonesia pada Perpusnas). Ada beberapa cara untuk menghubungi Perpusnas, namun lembaga ini hanya menerima interaksi melalui telepon dan fax. Ketika saya menghubungi melalui e-mail, petugas meminta dihubungi melalui telpon (021-68293700). Selain tidak bisa dihubungi melalui email, ada beberapa masalah dalam pengurusan ISBN.

  1. Lamanya waktu pengurusan, bahkan ada yang harus menunggu berminggu-minggu. Namun, hal tersebut tidak berlaku sama. Bagi penerbit yang punya hubungan khusus (mengenal salah satu petugas), pengurusannya akan lebih cepat.
  2. Biaya yang dipungut adalah Rp 25.000 per nomor (dan dikirim ke nomor rekening pribadi). Biaya ini sebenarnya terlalu mahal. Coba bayangkan berapa yang didapatkan Perpusnas dari pengurusan ribuan nomor ISBN? Padahal, lembaga tersebut berserta karyawannya telah dibiayai oleh negara.
  3. Sebenarnya penerbit dapat membuat sendiri ISBN setelah mendapatkan Nomor ISBN Prefix Penerbit dari Perpusnas (group identity & publisher identity). Namun, setelah Nomor ISBN Prefix Penerbit tersebut habis digunakan (01-99 untuk yang title identity-nya 2 angka, 001-999 untuk penerbit yang title identity-nya 3 angka), penerbit harus meminta Nomor ISBN Prefix Penerbit yang baru. Saat itulah Perpusnas menagih biaya nomor ISBN yang kita buat sendiri, jika tidak dibayar, nomor yang kita buat sendiri tersebut akan “disandera”.

Ketiga hal tersebut adalah poin-poin yang sering dipertanyakan dan dipermasalahkan oleh pengurus IKAPI. Rupanya Perpusnas tidak menyadari bahwa keberadaan ISBN bukan hanya untuk kepentingan penerbit melainkan juga untuk kepentingan Perpusnas sendiri. Sebab, dengan adanya ISBN Perpusnas akan mudah melacak terbitan-terbitan di Indonesia.

Sebelum mengajukan permintaan ISBN, anda harus mengisi pernyataan bersedia ikut dalam sistem ISBN dan KDT (Katalog Dalam Terbitan)–lihat lampiran. Setelah diisi, surat pernyatan tersebut di-fax ke 021-3927919. Selanjutnya, anda tinggal mengajukan permintaan ISBN melalui fax dengan melampirkan cover buku, halaman copyright, dan kata pengantar.

Sementara, surat pengantar permintaan ISBN memuat judul buku, pengarang/penulis, tahun terbit, jumlah halaman, dan jenjang (khsusus buku pelajaran).

Demikian, semoga bermanfaat.

Lampiran:

Surat Pernyataan Bergabung dalam ISBN dan KDT (http://abasrin.wordpress.com/2008/05/22/surat-pendaftaran-isbn)

Posted by: aman | May 22, 2008

Surat pendaftaran ISBN

SURAT PERNYATAAN

No. 025/dir/V/08

<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>

Dengan surat pernyataan ini, kami:

  1. Penerbit: Abasrin Publisher

  2. Alamat: Jalan Abasrin Nomor 1 Bantul, Yogyakarta 55000 Tel/Fax 0274-000000

  3. Nama penanggung jawab: Yahya Abasrin

  4. Rata-rata terbitan tiap tahun: 100 judul

menyatakan bersedia ikut mengambil bagian dalam sistem ISBN dan KDT (Katalog Dalam Terbitan).

Demikian agar badan yang bertanggung jawab menangani masalah ini menjadi maklum. Surat Pernyataan ini kami sampaikan kepada TIM ISBN/KDT PERPUSTAKAAN NASIONAL RI, Jl. Salemba Raya 28 A, Kotak Pos 3624, Jakarta 10002, sebagai tindak lanjut dari pertemuan ilmiah ISBN.

Yogyakarta, 22 Mei 2008

Yahya Abasrin

Direktur

Older Posts »

Categories