Milis atau mailing list hampir sama dengan grup diskusi. Milis ini digunakan dengan perantara e-mail. Setelah menjadi anggota milis, kita bisa mengirim pertanyaan, tulisan, dan berbagai hal lain ke semua anggota hanya dengan sekali kirim. Lebih lengkap mengenai milis ini, silakan lihat Wikipedia.
Untuk dapat menulis di milis, syaratnya adalah bergabung menjadi anggota. Masalah keanggotaan, setiap milis memiliki peraturan sendiri-sendiri, ada milis yang menerapkan aturan yang ketat dalam perekrutan anggotanya, ada pula yang longgar.
Melalui milis ini, kita bisa mendapatkan berbagai informasi sesuai dengan tema milis, misalnya kita dapat memperoleh informasi dan seluk-beluk beasiswa pada milis beasiswa. Sebagai penulis, kita bisa menuangkan ide-ide kita melalui milis. Dengan dikirim ke milis, tulisan kita akan dibaca oleh orang-orang yang memiliki perhatian yang sama dengan kita, dengan begitu akan langsung sampai ke yang membutuhkan. Tulisan kita bisa saja mendapat tanggapan dari orang-orang yang berkompeten di bidangnya. Tapi ingat, menulislah secara kreatif dan benar, jangan pernah menjiplak. Sebab, berdasarkan pengalaman, mungkin saja Anda menjadi orang terkenal karena tulisan-tulisan Anda di milis.
Untuk blogger, milis dapat dimanfaatkan sebagai wadah promosi blog. Tulisan-tulisan yang kita posting di blog, kita kirim bagiannya ke milis. Caranya, dengan memosting beberapa paragraf dari tulisan kita, selanjutnya, para pembaca diarahkan ke blog kita untuk mendapatkan informasi yang lengkap. Saya pernah mencobanya untuk blog www.bahasasiswa.do.am, sekarang situs tersebut diklik rata-rata 500 sampai dengan 1000 kali per hari. Lumayan, kan?
Yang perlu diingat dalam bermilis ria, kita benar-benar harus memperhatikan aturan dari pengelola milis. Sebaiknya, kita bergabung ke milis yang sesuai dengan tema tulisan-tulisan kita. Saya pernah mendapati pengelola yang dengan tegas memblokir anggota yang memosting tulisan yang temanya tidak sesuai dengan tema milis.