Siapa sih yang tak kenal dengan George W. Bush, pribadi yang pernah menjabat presiden di Amerika Serikat selama dua periode? Kita semua mengerti bahwa tokoh yang satu ini banyak menggunakan kekuatan bersenjata terhadap pihak-pihak yang tidak sejalur dengan kebijakan politik Amerika Serikat.
Setahun yang lalu, Bush resmi digantikan oleh Obama. Pada saat-saat terakhirnya itulah, lelaki yang dibesarkan oleh minyak tersebut menyatakan akan mengisi masa-masa pensiunnya untuk menulis buku. Ini luar biasa. Saya yakin, bagaimana pun isinya, akan banyak pihak-pihak yang menanti penerbitannya. Obama, pengganti Bush, lebih seru lagi, dia justru telah mencuri start, Obama telah menulis dan menerbitkan buku sebelum dirinya dilantik menjadi presiden.
Di Indonesia, kita mengenal Habibie, mantan wakil presiden dan mantan presiden pasca-Soeharto. Kita dapat membayangkan bagaimana sibuknya Habibie menjelang, pada saat, dan setelah kejatuhan Soeharto. Di saat menjalani kesibukan luar biasa tersebut, ternyata Habibie tidak lupa menulis catatan harian. Ini adalah catatan sejarah yang penting untuk disimak oleh siapa pun juga. Catatan itu, setelah diterbitkan, kemudian kita kenal dengan judul Detik-detik yang Menentukan.
Saya sendiri, Anda juga, bagaimana? Siapakah saya dan siapakah Anda hingga tak sempat menulis satu-dua kata setiap harinya? Apakah kesibukan kita melebihi Bush, Obama, dan Habibie?