Akhir-akhir ini banyak sekali lomba menulis, baik artikel, puisi, maupun cerpen. Bahkan, tidak jarang pula lomba menulis buku, novel, sampai novel berbahasa Jawa. Itu artinya kesempatan untuk menjadi terkenal menjadi semakin luas, pun kesempatan meraup rupiah.
Beberapa kali mengikuti lomba menulis, saya merasakan satu pengalaman. Sekarang, pengalaman itu akan saya bagikan. Bagi saya, tantangan terberat seorang penulis bukan saat naskahnya bersaing dengan naskah-naskah lain, melainkan saat dia memulai menuliskan kata-kata pertamanya. Kita sering menunda waktu hingga mepet sekali sehingga tidak jarang kesempatan untuk mengikuti lomba akhirnya terlewati. Oleh karena itu, menulislah selagi ada kesempatan. Jika Anda telah menulis, berarti kemenangan pertama telah Anda raih.
Saat menulis, jangan lalai untuk mencermati semua persyaratan. Biasanya, naskah yang tidak memenuhi persyaratan akan langsung tersingkir pada tahap pemeriksaan administrasi.
Setelah itu, apa? Segera kirim naskah Anda. Saat Anda menekan menu send pada e-mail Anda atau menekan menu publish pada blog Anda, pada saat itu juga Anda telah mendapatkan kemenangan kedua. Saya katakan kemenangan kedua (sebelumnya kemenangan pertama) karena pada tahap ini sesungguhnya Anda telah menyingkirkan banyak kandidat. Mereka yang beralasan tidak sempat, tidak memiliki waktu luang, dan sebagainya, telah tersingkir!
Selanjutnya, bolehlah kita berleha sembari menunggu kemenangan final. Tapi, jangan lupa, segeralah browsing lagi untuk mencari informasi lomba lain.
Alhamdulillah, saya pun baru saja mendapatkan kemenangan ketiga setelah menekan tombol Kirim komentar
Hehe. Selamat, Bung David!
ada info lomba nulis lagi ga?thx
ada. silakan kunjungi http://www.bahasasiswa.do.am kemudian pilh menu berita redaksi.