Beberapa waktu lalu, datang sebuah surel ke inbox saya. Surat elektronik tersebut berisi permohonan izin untuk mengambil sebuah tulisan saya yang telah diposting di blog. Tulisan saya diminta untuk dipublikasikan di sebuah majalah. Tentu saja dengan senang hati saya mengizinkan pemuatan itu.
Kemudian, saya teringat dengan seorang teman yang hampir semua tulisannya di sebuah blog diterbitkan menjadi sebuah buku. Ini tentu saja kabar gembira bagi para blogger, sebuah pertanda bahwa tulisan di blog pun telah diakui keberadaannya. Kabar gembira seperti ini saya yakin juga diharapkan oleh hampir semua blogger. Untuk itu, sebelum tawaran itu benar-benar menghampiri, ada beberapa hal yang sebaiknya kita cermati.
Keaslian Tulisan
Banyak blogger yang dengan gampangnya mengambil tulisan milik orang lain. Bahkan, tidak jarang nama penulis aslinya tidak dicantumkan. Ini tentu merupakan pelanggaran berat, hukumannya adalah perdata dan pidana sekaligus. Sebagai blogger yang baik, kita harus siap terkenal. Untuk itu, berusahalah untuk memosting tulisan-tulisan yang seratus persen karya kita sendiri. Jika kelak ada tawaran pemublikasiannya lebih luas, kita tinggal tanda tangan saja.
Kekhasan Tema
Cobalah untuk membidik tema-tema tertentu yang benar-benar kita kuasai. Banya blogger yang kurang memikirkan tema, biasanya isi blognya seperti gado-gado. Blogger seperti ini biasanya lebih fokus kepada pengunjung dan peringkat pada mesin pencari. Target akhirnya tentu saja iklan. Perlu diketahui, rata-rata pengunjung yang balik mengunjungi blog kita karena tertarik dengan tema yang kita sajikan. Jika tema yang kita angkat tidak jelas, bagaimana mungkin mereka akan kembali?
Ketuntasan Pembasan
Saat menegaskan untuk turun ke dunia blogger, kita pun harus berjanji menjadi blogger yang bertanggung jawab. Jangan sampai menyajikan tulisan hanya untuk mengundang pengunjung. Oleh karena itu, semua tulisan yang kita sajikan, hendaknya dikemukakan secara tuntas, jangan setengah-setengah. Media massa dan penerbit buku, tentu saja menginginkan tulisan yang disampaikan secara tuntas. Jika tidak, apalagi jika ide kita bagus, media massa dan penerbit tersebut hanya akan mengambil ide kita untuk kemudian menulisnya sendiri. Jika ini terjadi, jangan harap royalti akan datang. Jangankan royalti, pemberitahuan saja pun mungkin tidak.
Beberapa waktu lalu blog istri saya mendapat penghargaan dari tim Internet Sehat. Penghargaan tersebut berkenaan dengan tiga poin di atas, yaitu keaslian tulisan, kekhasan tema, dan ketuntasan pembahasan.
Jika ketiga hal itu diperhatikan, jangan heran jika esok tawaran itu datang kepada Anda.
Ping-balik: Mendapat Penghargaan Internet Sehat Blog & Content Award (ISBA) 2010 untuk Kategori BRONZE « media aksara
bagus
???