Google Earth sebagai Media Pembelajaran Geografi

Sabjan Badio

Geografi adalah pelajaran yang memerlukan kemampuan menghafal. Seharusnya, ilmu ini dipelajari dengan cara mengamati langsung objek yang dipelajari. Dengan begitu, aktivitas hafal-menghafal tentu akan lebih mudah. Hal ini sesuai pernyataan Silberman (2007: 1) yang dimodifikasi dari Confucius, bahwa what I hear, I forget; what I hear, see, and ask question about or discuss with someone else, I begin to understand; what I hear, see, discuss, an do, I acquire knowledge and skill; what I teach to another, I master.

Pernyataan tersebut tentu masuk akal. Mempelajari geografi hanya melaui pendengaran sama saja dengan mendengarkan dongeng. Biasanya, sebuah dongeng berlatar tempat antah berantah alias tidak diketahui. Hal ini begitu kentara ketika guru mengajarkan konsep bumi bulat. Biasanya, guru mengatakan bahwa jika seseorang naik pesawat dengan ketinggian tetap pasti dia akan sampai lagi ke tempat semula. Hal ini berlaku pula jika seseorang melemparkan batu dengan kekuatan tertentu pasti batu itu akan kembali ke tempat semula. Masalahnya, pesawat apakah yang mampu  mengelilingi bumi tanpa mengisi bahan bakar? Andai pun dilakukan penghitungan yang cermat sehingga dimungkinkan pesawat berhenti untuk mengisi bahan bakar dan kemudian kembali ke titik semula, itu tetap saja “hayalan” karena para siswa tidak mungkin membuktikannya. Lalu, siapa pula yang mampu melemparkan batu dengan kekuatan yang bisa membuat batu tersebut mengelilingi bumi? Kedua analogi ini sama saja menciptakan materi hayalan baru di benak siswa. Oleh karena itu, diperlukan media atau alat peraga yang lebih efektif untuk mengajarkan bumi bulat.

Keadaan geografis Indonesia sendiri, yang terdiri atas 17.508 pulau, merupakan permasalahan pelik lain ilmu geografi. Bagaimana bisa mengajarkan letak atau posisi pulau-pulau tersebut? Peta manual yang selama ini digunakan pun tetap hanya menjadikan para siswa berada pada batasan imajinasi.

Penemuan ARPANET tahun 1969 adalah awal yang baik untuk pendidikan geografi di dunia. Teknologi jaringan ini adalah cikal-bakal perkembangan internet (Pandia, 2007). Saat ini, kita buktikan bahwa komputer-komputer dari seluruh dunia dapat terhubung satu dengan lainnya. Melalui internet ini, sangat dimungkinkan para siswa saling berkomunikasi dan melakukan pertukaran informasi, mulai tulisan, foto, hingga video. Siswa yang berada di jantung ibukota dapat mengamati kondisi hujan abu vulkanis yang terjadi akibat letusan Gunung Merapi di DI Yogyakarta dan Jateng melalui rekaman video yang diunggah siswa lain ke Youtube.

Tampilan Google Earth

Dikembangkannya Earth Viewer merupakan langkah lebih maju dalam era pembelajaran geografi. Apalagi ketika peta virtual bumi ini diakuisisi oleh Google dan digratiskan penggunaannya bagi komputer pribadi. Dapat kita saksikan sekarang, siswa dapat mempelajari pegunungan, sungai, lembah, dataran tinggi, dataran rendah, kepadatan penduduk hanya dari layar komputer. Jangankan bagian-bagian tersebut, kendaraan dan marka jalan pun dapat terlihat dari jendela Google Earth. Kehadiran media ini, tak perlu lagi membuat siswa menghayal tentang dunia bulat, untuk membuktikannya mereka tinggal membesarkan skala hingga menampakkan wujud bumi yang bulat.

REFERENSI

Silberman, Mel. 2007. Active Learning, 101 Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: Insan Madani dan Yapendis.

Pandia, Henry. 2007. Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk SMP Kelas IX. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Kecewa dengan Layanan Data Baru Smart-Fren

Saya adalah pelanggan Smart-Fren. Saya menggunakan dua kartu, yang pertama untuk langganan paket ultimate, yang satu lagi untuk langganan paket reguler. Anggaran saya untuk kedua kartu tersebut lebih kurang 100.000 per bulan. Saya nyaman dengan layanan Smart-Fren. Beberapa kekurangan saya maklumi, termasuk tentang penjelasan dari CS 881 yang kadang tidak pas dengan kenyataannya.

Mulai  1 Juli 2011, Smart-Fren mengubah sistem layanan datanya. Untuk pelanggan yang membeli pulsa 50.000 akan mendapat bonus sebesar 500 MB. Saya tidak tahu tentang hal ini, pada periode sebelumnya, juga dengan sistem seperti itu, tetapi lebih besar. Sehingga saat digunakan secara unlimited tidak habis.

Karena tidak tahu dan tidak ada peringatan dari Smart-Fren bahwa paket gratis saya sudah habis, saya tidak registrasi untuk paket unlimited. Alhasil, pulsa saya 70.000 langsung ludes. Baiklah, saya terima, kemudian saya membeli pulsa sebesar 50.000 lagi.

Apa yang terjadi  kemudian? Saya pun hati-hati menggunakan bonus. Hingga kemudian, pulsa saya tinggal 369 KB. Akan tetapi, ternyata operator sudah mulai menyikat pulsa saya sehingga hanya tersisa 43.045. Dengan pulsa tersebut, saya tidak bisa lagi registrasi paket unlimited 30 hari model baru (SF Connex Regular Monthly). Sementara, unlimited paket harian dan mingguan terlalu mahal, paket reguler sudah ditiadakan.

Saya pun membeli pulsa 5.000, sehingga pulsa saya menjadi 4.8045. Ternyata, saya tetap tidak bisa registrasi paket SF Connex Regular Monthly yang harganya 45.000, dinyatakan pulsa saya tidak cukup. Saya heran, kok pulsa 48.045 tidak bisa membeli paket seharga 45.000?

Merasa butuh internet, saya pun kembali membeli pulsa sebesar 5.000. Apa hasilnya, pulsa tidak masuk-masuk. Hingga artikel ini selesai pun pulsa belum masuk.

Saran saya, beri peringatan dong kalau bonus sudah habis. Lagipula, mengapa pulsa sudah dimakan sementara bonus masih ada 369 KB?

Berapa sih minimal pulsa untuk pembelian paket SF Connex Regular Monthly? Saya tidak menemukannya di jump.smart-felecom.co.id. Untuk browsing ke situs lain, saya tidak berani karena belum teregestrasi dalam paket unlimited.

Lomba Menulis Puisi Pelajar SMP/MTs Se-DIY

Bagi kamu yang berstatus sebagai pelajar SMP/MTs se-DIY, yang suka menulis, yang ingin karyanya dibaca banyak orang, yang ingin punya buku, OSIS SMP Ali Maksum mengajak Anda bergabung dalam lomba menulis puisi untuk pelajar SMP/MTs se-Provinsi DIY.

Ada hadiah bagi yang menang. Karya Anda juga berkesempatan diterbitkan dalam antologi puisi Cinta Bersemi di Rumah Santri. Di buku itu karyamu akan berdampingan dengan para penyair dan penulis muda nasional.

 PERSYARATAN

  1. Pelajar SMP/MTs di wilayah DIY, yang sudah lulus UN juga boleh
  2. Karya yang dilombakan adalah karya sendiri
  3. Karya tidak sedang diikutkan dalam lomba lain
  4. Karya belum pernah dipublikasikan dalam media apa pun
  5. Karya yang layak, akan diterbitkan dalam antologi puisi Cinta Bersemi di Rumah Santri
  6. Keputusan juri mutlak
  7. Bagi karya pemenang yang terbukti melanggar persyaratan, seperti keaslian karya dan pelanggaran hak cipta atau hak publikasi, kemenangan akan dibatalkan.
  8. Dilarang mencantumkan nama pada karya
  9. Sertai karya Kamu dengan lampiran biodata yang berisi (1) judul karya, (2) nama asli, (3) kelas dan nama sekolah, (4) hobi, (5) alamat rumah, (6) e-mail, jika punya, (7) nomor telepon, telepon sekolah juga boleh, (8) prestasi yang pernah diraih, dan (9) hal lain yang Kamu anggap perlu dicantumkan.
  10. Naskah yang dikirim langsung/melalui pos (dalam bentuk hard copy/print out) dibuat rangkap tiga.

Tema umum:
“Cinta Bersemi di Rumah Santri”
Subtema:
cinta sahabat, cinta keluarga, cinta orang tua, cinta guru, cinta ilmu,
cinta makhluk, cinta lingkungan, cinta agama, cinta Rasul, dan cinta Tuhan.

HADIAH

Juara I
100.000, piagam,
dibukukan dalam antologi Cinta Bersemi di Rumah Santri

Juara II
75.000, piagam,
dibukukan dalam antologi Cinta Bersemi di Rumah Santri

Juara III
50.000, piagam,
dibukukan dalam antologi Cinta Bersemi di Rumah Santri

Juara Harapan
dibukukan dalam antologi Cinta Bersemi di Rumah Santri

PENGIRIMAN
Melalui email lombapuisi@telkom.net
paling lambat 23 Juni 2011 pukul 24.00 WIB

Diantar/dikirim langsung ke:
SMP ALI MAKSUM
Jalan Cuwiri 230, Jogokaryan, Mantrijeron Krapyak [Utara Kandang Menjangan]
E-mail: lombapuisi@telkom.net
Website: www.smpalimaksum.sch.id
CP: 085292010992 [Sabjan Badio]

didukung oleh